NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

Sensasi Take Off dari Lereng Himalaya



BANDARA, layaknya stasiun atau terminal, memang seharusnya memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang hendak naik atau baru turun dari kendaraan yang ditumpangi. Tapi, bagaimana jika sebaliknya?

Tak semua bandara di dunia ini memberikan kenyamanan bagi para penumpang pesawat. Beberapa di antaranya bahkan ada yang membuat para penumpang deg-degan saat hendak lepas landas (take off) atau mendarat (landing) di atasnya.Apa pasal? Bukan karena fasilitasnya yang minim.

Tapi,lebih dari itu, lokasi dan tata letak bandara yang tidak nyaman justru membuat penumpang bahkan para awak pesawat dan pilot merasakan ketegangan yang amat sangat ketika hendak lepas landas ataupun mendarat di tempat itu.

Mungkin, Anda tidak pernah membayangkan terbang hanya dengan jarak sekitar satu meter di antara kerumunan orang yang sedang asyik berjemur di sebuah pantai yang letaknya tak jauh dari bandara yang hendak Anda singgahi. Atau,Anda tidak membayangkan mendarat di tengah-tengah bandara yang digenangi air?

Laporan yang dikeluarkan AirFareWatchdog.com beberapa hari yang lalu bisa membuat orang yang belum pernah pergi ke bandara-bandara ini enggan berkunjung. Atau, bagi Anda yang sangat menyukai tantangan ekstrem, bandara-bandara ini justru menantang Anda untuk memenuhi rasa penasaran Anda.

Situs AirFareWacthdog.com baru-baru ini mengeluarkan daftar 10 bandara paling menakutkan di dunia untuk merekrut pilot pesawat penerbangan komersial yang disebut sebagai pilot anonymous (pilot tanpa nama). Tentu saja dirilisnya bandara-bandara tersebut bukan terkait hantu atau semacam.

Lebih dari itu,lokasi dan fasilitas landas pacu bandara- bandara itu membuat siapa pun yang menuju atau meninggalkannya harus berdoa untuk keselamatan. Jika Anda melalui bandara-bandara tersebut, Anda harus menjalani take off (lepas landas) dari lereng pegunungan atau berbelok tajam: suatu hal yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya. Siap?

Belokan Tajam, Turuni Lereng Gunung

Salah satu bandara yang masuk daftar situs AirFare- Wacthdog.com adalah Bandara Internasional Toncontín di Tegucigalpa, Honduras. Dengan landas pacu pendek dan dikelilingi pegunungan,bandara ini membuat para pilot harus berbelok 45 derajat sebelum mendarat.

Wah, silakan Anda bayangkan sensasinya. Jika belokan yang lumayan tajam belum membuat adrenalin Anda terpacu,mungkin Anda perlu mencoba landing di Bandara LaGuardia di New York. Bandara ini kecil dan hanya punya ruang angkasa yang sempit.

Berada di tengah dua bandara yang lebih ramai,John F Kennedy dan Newark, pilot harus membelok sebesar 180 derajat sebelum menyentuh daratan.Selain harus berbelok tajam,bandara ini juga berada di tempat yang kurang menguntungkan. Lokasi LaGuardia dikelilingi air karena berada di tengah dua teluk, yaitu teluk Bowery dan Flushing yang juga memberikan sensasi ketegangan tersendiri.

Namun,tentu saja, pendaratan di air sangat minim terjadi di bandara ini. Pendaratan di air justru bisa Anda alami jika Anda mendarat di Bandara Barra, Skotlandia. Inilah satu-satunya bandara di dunia di mana pesawat mendarat di pantai.Ketika kantong penanda angin di bandara berkibar, warga akan disarankan untuk menjauhi tiga landas pacu yang ditandai tiang-tiang kayu.

Namun, belum seberapa menakutkan jika penerbangan atau pendaratan dilakukan pada siang hari. Jika penerbangan dilakukan malam hari,ketakutan akan dirasakan penumpang. Karena,penerangan landas pacu bandara ini berasal dari beberapa kendaraan yang disiapkan pengelola.

Ketegangan luar biasa juga akan dirasakan para penumpang pesawat yang melalui bandara Tenzing-Hillary atau yang lebih dikenal sebagai bandara Lukla di Lukla, Nepal. Bandara ini adalah pintu masuk ke Gunung Everest dan terletak di pegunungan Himalaya yang ditutupi salju. Di sini penumpang akan merasakan ketegangan ketika pesawat yang hendak lepas landas harus melewati landas pacu yang berada di lereng gunung.

Berlokasi di ketinggian 2.743 meter, landas pacu bandara ini hanya memiliki panjang 457 meter dan melandai dari lereng gunung. Jika pesawat tak juga naik di ujung landas pacu, maka penumpang harus berdoa ketika pesawat yang mereka tumpangi itu masuk ke ruang hampa udara di bawah bandara.

(Harian Seputar Indonesia)


Support by :

What's on Your Mind...

.

Archives